Politik

Panwaslih Jepara Imbau Bapaslon Ikuti Aturan Main

JEPARA – Tim bakal pasangan calon (bapaslon) peserta Pilkada Jepara didesak untuk tetap menaati aturan, khususnya terkait pemasangan alat peraga. Perlu keteladanan dari bapaslon dan tim agar gawe demokrasi untuk memilih pemimpin Jepara ini bermartabat dan berintegritas.

Ada dua bapaslon peserta Pilkada Jepara. Yakni Ahmad Marzuqi (Bupati Jepara incumben) – Dian Kristiandi (Ketua DPRD Jepara) dan Subroto (Wabup Jepara incumben) yang berpasangan dengan Nuryahman (pengusaha mebel).
Berdasar jadwal, penetapan paslon peserta Pilkada Jepara baru digelar Senin (24/10) mendatang. Sedang masa kampanye digelar mulai Jumat (28/10) hingga 11 Februari 2017.

Ketua Panwaslih Jepara Arifin mengatakan meski belum penetapan paslon, namun saat ini, berbagai alat peraga berbau kampanye dari kedua tim bapaslon sudah marak terpasang di berbagai titik di Kota Ukir. Baik kawasan Jepara selatan, utara, timur hingga barat. Berbagai alat peraga itu ada yang dipasang di perempatan atau pertigaan jalan, hingga depan rumah warga. Ada juga yang dipasang dengan cara dipaku di pohon, melintang di atas jalan bahkan ada yang terpasang di area sekitar sekolah. Salah satunya seperti yang ada di Desa Petekeyan Kecamatan Tahunan. Kalau dipaku di pohon seperti di jalan protokol wilayah Kecamatan Mlonggo,” kata Arifin, Minggu (16/10/2016).

Ukuran spanduk, baliho, banner atau yang sejenis milik tim kedua bapaslon itu beragam. Ada yang hanya puluhan centimeter namun tak sedikit yang ukurannya lebih dari 1 meter. Beberapa spanduk atau baliho itu terpasang tak beraturan sehingga terkesan “mengganggu” pemandangan.

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslih Jepara, Muhammad Oliz mengimbau bapaslon maupun tim pendukung tetap menaati aturan main, khususnya soal pemasangan alat peraga. Sebab ada regulasi yang mengatur hal itu. Mulai dari lokasi pemasangan, cara, ukuran, isi atau desain dan hal lain yang terkait dengan alat peraga tersebut.

“Bapaslon maupun tim harus memberikan keteladanan. Soal pemasangan dengan cara dipaku di pohon misalnya sudah tentu tak memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Pemasangan di area sekolah itu juga mestinya tak dilakukan karena kawasan itu harus steril dari kegiatan politik praktis,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara Trisno Santoso saat dikonfirmasi media mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan berbagai pihak mulai dari Panwaslih, KPU, Desk Pilkada, pihak kepolisian dan lain sebagainya terkait perkembangan yang terjadi di lapangan. Dan Panwaslih Jepara, kata Trisno ternyata sudah berencana menggelar rapat untuk membahas persoalan itu.

“Hasilnya apa itu yang akan jadi pijakan kita, sebab ini terkait pilkada jadi kami tak bisa bergerak sendiri. Kalau untuk spanduk atau baliho milik sejumlah nama yang tak jadi mendaftar sebagai peserta pilkada sudah kami bersihkan sendiri karena sudah usang dan melanggar Perda K3,” tandas Trisno.

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top