Tari Troso Akan Dipentaskan dalam Festival Kebudayaan Jawa Tengah

JEPARA – Tari Troso dari Kabupaten Jepara bakal ditampilkan dalam event Festival Kedubayaan Jawa Tengah dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Jawa Tengah ke-66 tahun 2016. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Magelang pada Minggu (27/8). Hal itu disampaikan sekretaris Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara Rhobi Shani.

” Kabupaten Jepara sendiri dalam event tersebut akan memberangkatkan puluhan penari untuk mementaskan Tarian Troso ,” ungkapnya pada Jumat (26/8).

Lebih lanjut Rhobi mengungkapkan, sebanyak 28 penari yang diambil dari 7 sekolah tingkat SMA dan dua sanggar tari di Kabupaten Jepara tengah melakukan persiapan dengan menggelar latihan rutin setiap hari.

” Untuk persiapannya baru kami lakukan sepekan terakhir ini, para penari bersama dengan beberapa komunitas seni Jepara yang mengiringi musik perkusi hari ini melakukan latihan di pelataran Museum R.A Kartini Jepara,” terangnya.

Dengan menggandeng para penari pelajar ini diharapkan bisa memberikan kesempatan yang merata bagi penari yang lain. Selain itu juga sebagai bentuk pembinaan kepada penari agar terus bisa mengembangkan bakatnya dibidang seni tari yang ada di Jepara.

” Para penari Tari Troso ini merupakan penari pilihan dari masing-masing sekolah. Harapan kami, Tari Troso ini bisa menjadi tari baku, karena selama ini di Jepara belum ada tarian baku,” tambahnya.

Sementara itu, pencipta sekaligus koreografer Tari Troso Toni Haryo mengatakan, pihaknya memilih Tari Troso karena ingin menampilkan sisi lain dari Jepara yang selama ini terkenal dengan ukirannya. Karena Jepara memiliki banyak sekali potensi kebudayaan dan ciri khas yang bisa ditampilkan ke publik, diantaranya adalah Tenun Troso Pecangaan. Untuk itu pihaknya mencoba untuk mengeksplore Tenun Troso lebih jauh dengan menciptakan sebuah tarian. Didalam Tari Troso ini memperilhatkan bagaimana proses dalam pembuatan Tenun Troso dari awal hingga akhir.

” Kami mencoba mengembangkan tari kerakyatan dengan ciri khas Jepara dengan menggunakan alat- alat pembuatan Tenun Troso seperti ingan, lawe, dan skoci, seluruh penari nantinya juga akan mengenakan pakean dari bahan Tenun Troso” terangnya.

Meskipun persiapan yang dirasa sangat singkat yakni sekitar sepekan, Tony berharap dalam even festival budaya Jateng tersebut, Jepara bisa mendapatkan nominasi.

” Atas kerja keras dan kekompakan teman-teman dalam berlatih setiap hari, kami optimis Tari Troso ini akan mendapatkan nominasi di Festival Budaya Jateng tersebut,” pungkasnya.

Comments

comments

Leave a Response