Budaya

Sedekah Bumi Dengan 2000 Obor dan Gelar Kenduri Sepanjang 3 Kilometer

JEPARA – Acara sedekah bumi yang digelar warga Desa Suwawal timur, Kecamatan Pakisaji, pada Rabu malam (28/11) terbilang unik .Pasalnya hampir seluruh warga, tumpah ruah ke jalan utama des guna mengikuti prosesi tasyakuran dan doa bersama. Masyarakat dari anak anak hingga dewasa membentuk formasi kenduri lesehan sepanjang 3 kilometer, di sepanjang jalan utama desa.

“Di titik barat, tasyakuran dengan cara lesehan di jalan dimulai dari Tugu Gandul, batas antara desa kami dengan Desa Suwawal Kecamatan Mlonggo. Sedangkan di timur, titik terakhir lesehan tasyakuran berada di Dukuh Tuk Sanga, berbatasan dengan Desa Guyangan Kecamatan Bangsri,” kata Petinggi Suwawal Timur Sugeng Harusman didampingi ketua Badan Permusyawaratan Desa, Hambali.sedekah bumi3

Yang membuat pemandangan semakin unik, adalah keberadaan lampu minyak, yang oleh warga setempat disebut dengan dilah uplik. Diikatkan pada tancapan batang mabmbu sekira 1,5 meter itu, lampu minyak diletakkan berjajar dengan jarak tak lebih dari tiga meter di kanan kiri jalan. “Ada yang jaraknya hanya dua meter. Jadi kalau ditotal ada lebih dari dua ribu lampu di kanan-kiri jalan,” lanjutnya.

Ketua Panitia Hisyom Iswanto mengatakan, tikar dan makanan untuk acara tasyakuran dibawa sendiri oleh masing-masing keluarga. Warga yang rumahnya berada di gang masuk, ikut bergabung ke jalan utama desa dengan membawa bekal masing-masing.

“Kami menyebut makanan bawaan itu dengan sebutan asahan. Setiap keluarga membawa asahan sendiri-sendiri, lalu setelah doa dimakan bersama,” katanya .sedekah bumi5

Tambahan lauk asahan dibagi oleh tiap-tiap pengurus RT dalam bentuk masakan daging kerbau. Daging kerbau sebelumnya telah didistribusikan panitia ke masing-masing RT, setelah siang sebelumnya dilakukan penyembelihan. Acara lain yang dilaksanakan adalah tirakatan sehabis Ashar dilanjutkan ziarah ke makam sesepuh desa. Di balai desa, juga dilakukan pengajian, usai seluruh warga melaksanakan tasyakuran dan doa bersama.Untuk memastikan seluruh warga memanjatkan doa bersama-sama, panitia menandai dimulainya doa dengan menyalakan kembang api di tujuh titik. Begitu bunyi dan nyala kembang api selesai, setiap imam masjid dan musholla yang ada di sepanjang jalan desa memimpin doa  dengan pengeras suara dari dalam rumah ibadah tersebut.

“Bagi yang beragama Islam, mengikuti doa yang dipimpin imam dari masjid atau musholla terdekat. Sedangkan warga yang beragama Kristen, berdoa bersama di sekitar GITJ Suwawal Timur yang juga berada di tepi jalan utama,” lanjutnya.

Linmas setempat Rasmono menyatakan, warga bisa melakukan ritual tasyakuran di sepanjang jalan karena seluruh akses masuk ke lokasi ditutup sejak sehabis isya. Anggota Linmas ditempatkan di semua titik masuk jalan utama desa, untuk mengalihkan arus kendaraan.sedekah bumi6

Carik Suwawal Timur Achmad Suryowanto mengatakan, secara turun-temurun tradisi sedekah bumi didesanya dilaksanakan pada dua patokan. Dari sisi hari dan pasaran, sedekah bumi dilaksanakan hari Rabu malam Kamis Pahing antara bulan Muharram dan Syafar. Dan dari sisi urutan, harus setelah desa Kawak. Dalam tradisi desa-desa di sekitar sini, tidak ada yang berani mendahului Kawak.

Lebih lanjut dia  menjelaskan, sejak tahun 1996, ritual sedekah bumi diatur berdasarkan Peraturan Desa Suwawal timur Nomor 3 Tahun 1996 tentang Sedekah Bumi. “Di sana diatur bahwa jenis ritual kabumi dilaksanakan selang-seling.

“Jika tahun ini acara kerohanian, maka tahun depan hiburan wayang kulit. Jadi di satu sisi, kami tidak meninggalkan kearifan lokal budaya tradisi, dan di sisi yang lain, karakter agamis bisa tetap terwadahi,” ucapnya.

Warga RT. 1 RW. 3 haji Hartoyo yang rumahnya berada di Dukuh Jember berjarak sekitar 300 meter dari jalan utama desa, mengakui ikut bergabung ke jalan utama agar benar-benar bisa merasakan khidmat doa bersama. Dia membawa satu asahan dengan delapan bungkus nasi untuk delapan anggota keluarganya. “Lauknya hanya tahu, tempe, mie, dan telor serta tambahan daging kerbau dari panitia,” katanya

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top